Search Hotels

Check-in Date

calendar

Check-out Date

calendar

Tampilkan postingan dengan label pantai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pantai. Tampilkan semua postingan

Selasa, 11 Juni 2013

Pantai Mananggu, Gorontalo

Provinsi Gorontalo yang berada dibagian utara dari Pulau Sulawesi memiliki benyak pesona keindahan alam. Apalagi letak provinsi ini diapit oleh Laut Sulawesi dan Teluk Tomini, menjadikannya memiliki kawasan perairan yang menjadi obyek wisata bahari. Namun dari beberapa obyek wisata bahari yang dimiliki oleh provinsi ini, ada sebagian yang kurang terkenal di kalangan para wisatawan. Sebut saja Pantai Mananggu.

Pantai Mananggu terletak di Desa Mananggu, Kecamatan Mananggu, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo, Indonesia. Pantai berpasir putih ini memiliki pemandangan yang sangat indah, air laut yang bersih dan jernih serta deretan pohon kelapa di pinggir pantainya yang melambai kepada setiap pengunjung yang datang.

Kamu bisa berenang di pantai ini dan bermain air sepuasnya. Jika hanya ingin menikmati pemandangan pantainya saja, kamu bisa duduk di bawah pohon kelapa sambil melepaskan pandangan ke hamparan lautan lepas. Panorama sunset di Pantai Mananggu juga tak kalah cantik dari pantai-pantai di Gorontalo lainnya. Siapkan kameramu untuk mengabadikan momen kembalinya Sang Surya ke peraduannya.

Saat kamu berkunjung ke Pantai Mananggu, kamu bisa melihat berbagai aktivitas nelayan yang berlayar ke tengah laut untuk mencari ikan. Pantai ini dikenal sebagai pantai nelayan karena memang banyak nelayan yang melaut di pantai ini. Hal tersebut tidak lepas dari potensi Pantai Mananggu yang memiliki kekayaan ikan melimpah.

Meskipun Pantai Mananggu memiliki keindahan panorama dan kekayaan laut yang melimpah, namun pantai yang satu ini masih sangat jarang dikunjungi bahkan belum terkenal. Mungkin hal tersebut disebabkan oleh letak Pantai Mananggu yang sangat jauh dari pemukiman penduduk. Selain itu, akses jalan menuju ke Pantai Mananggu pun hanya bisa dilalui menggunakan kendaraan roda dua saja. Bagi kamu yang suka berpetualang, Pantai Mananggu sangat cocok untuk kamu sambangi. Jangan lupa masukin Pantai Mananggu ke dalam daftar petualangan baharimu selanjutnya ya!

Senin, 10 Juni 2013

Pantai Walakiri, Sumba Timur

Sumba dengan segala keeksotisannya mampu membuai siapa saja yang menginjakkan kaki di sini. Bentangan alamnya yang masih asri membuat pesona Sumba semakin menawan. Ditambah dengan berbagai pantai yang turut mempercantik Sumba dari ujung timur hingga ke barat.

Pantai-pantai di Sumba memiliki ciri khas yaitu berpasir putih dan memiliki topografi yang landai sehingga aman untuk berenang. Salah satu pantai tersebut adalah Pantai Walakiri.

Pantai Walakiri merupakan pantai yang berjarak relatif dekat dengan Kota Waingapu. Tepatnya berada di Kelurahan Watumbaka, Kecamatan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Dari Kota Waingapu, pantai ini hanya berjarak sekitar 24 km. Pantai Walakiri selalu ramai dikunjungi pada saat hari libur.

Di pantai ini kamu dapat berjalan menyusuri hamparan pasir putihnya yang ditemani dengan lambaian pohon kelapa di tepi pantainya. Air lautnya pun biru, bersih dan jernih, cocok untuk berenang. Kamu bisa bermain air sepuasnya di sini dan pastinya akan membuatmu lupa waktu. Di sebelah barat pantai ini terdapat rumpun bakau (mangrove). Terdapat pula pertanian rumput laut di Pantai Walakiri ini. Kamu bisa menghampiri tempat tersebut dengan berperahu. Tapi ingat ya, jangan sampai merusak rumput laut yang dibudidayakan tersebut.

Kalau hanya ingin menikmati pantai sambil bersantai, kamu bisa duduk di bawah pohon rindang yang ada di tepi pantai. Dari sini kamu bisa melihat pemandangan laut luas yang menawan. Apalagi jika kamu berada di Pantai Walakiri pada sore hari, jangan lewatkan moment matahari terbenam (sunset) karena cakrawala di pantai ini akan menyuguhkan panorama sunset yang menakjubkan. Kamu bisa mengabadikannya dalam kameramu.

Letak Pantai Walakiri berdekatan dengan pemukiman penduduk sehingga kamu bisa menjumpai warung penjual makanan dan minuman dengan mudah di sini. Untuk menuju ke Pantai Walakiri pun tidak susah. Apalagi letak pantai ini tidak begitu jauh dari jalan raya. Kamu bisa menyewa mobil dari Kota Waingapu dengan tarif sewa mulai dari Rp. 400.000 per hari. Kamu bisa menempuh perjalanan selama sekitar 1 jam perjalanan untuk menuju Pantai Walakiri.

Sabtu, 08 Juni 2013

Pantai Tawui, Sumba Timur


Pulau Sumba yang terbagi dalam empat kabupaten menyimpan banyak potensi wisata yang menarik. Terlebih pulau ini dikelilingi oleh lautan seperti Selat Sumba, Laut Sawu dan Samudera Hindia. Tentunya hal tersebut menjadikan Pulau Sumba memiliki banyak obyek wisata bahari. Salah satu kabupaten yang memiliki banyak obyek wisata menarik adalah Kabupaten Sumba Timur. Di kabupaten ini terdapat salah satu obyek wisata bahari terkenal, yaitu Pantai Tawui.

Pantai Tawui terletak di Desa Tawui, Kecamatan Pinu Pahar, Kabupaten Sumba Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Pantai ini berjarak sekitar 124 km dari Kota Waingapu. Pantai Tawui membentang sepanjang 2,5 km dengan hamparan pasir putih bercampur kerikil halus khas pantai.

Ombak di Pantai Tawui juga tak henti-hentinya bergulung dengan indah, menyapa siapa saja yang datang berkunjung ke sini. Angin laut pun turut serta menemani gulungan ombak itu. Kombinasi keduanya menghasilkan perpaduan yang akan membuat siapa saja yang berada di pantai ini enggan untuk beranjak.

Dari Pantai Tawui, kamu bisa menyewa perahu nelayan untuk menyeberang ke Pulau Salura. Pulau Salura merupakan pulau terdekat dari Pantai Tawui yang masih termasuk wilayah Kabupaten Sumba Timur. Pulau yang mayoritas penduduknya adalah Muslim ini juga merupakan pulau penghasil cumi-cumi. Sayangnya untuk menyeberang ke Pulau Salura dari Pantai Tawui sering terkendala oleh faktor cuaca.

Gak usah berkecil hati jika belum berkesempatan untuk menyeberang ke Pulau Salura. Di Pantai Tawui ini kamu bisa bermain air sepuasnya sembari berfoto. Pemandangan di sekitar Pantai Tawui sangat indah dan bisa kamu abadikan dalam kameramu.

Sayangnya keindahan Pantai Tawui ini belum diimbangi dengan fasilitas yang memadai. Di sekitar pantai ini tidak terdapat penjual makanan maupun minuman. Bahkan untuk mendapatkan penginapan, kamu harus menuju ke Tarimbang yang berjarak sekitar 2 jam perjalanan.

Untuk menuju ke sana bagi yang suka berpetualang bisa menumpang truk dari Waingapu yang menuju ke arah Pantai Tawui dengan biaya yang telah disepakati antara kamu dengan pemilik truk. Bisa juga menyewa mobil. Ada banyak tempat penyewaan mobil di Waingapu yang bisa kamu temukan. Biaya sewa mobil di sini mulai dari Rp. 400.000 per hari.

Rabu, 29 Mei 2013

Pulau Jemur, Riau

Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki ribuan pulau yang indah. Namun di antara ribuan pulau tersebut masih ada banyak pulau dimana orang Indonesia sendiri tidak mengenalinya. Mendengar nama pulau nya saja akan terasa asing dan bertanya dimana letak pulau itu. Apalagi jika pemerintah belum mengelola pulau tersebut, bisa dipastikan keberadaan pulau tersebut akan semakin tidak dikenal oleh masyarakat Indonesia sendiri. Padahal sebenarnya pulau-pulau yang jarang dikenal oleh masyarakat Indonesia sendiri itu merupakan pulau yang menyimpan banyak potensi pariwisata.

Hal tersebut nampaknya berlaku bagi Pulau Jemur. Pulau cantik ini berada di Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Provinsi Riau, Indonesia. Lebih tepatnya pulau ini berada di Selat Malaka dan berdekatan dengan perbatasan Malaysia. Pulau Jemur berjarak sekitar 64,3 km dari Pelabuhan Klang, Malaysia. Sedangkan dari kota Bagansiapiapi yang menjadi ibukota Kabupaten Rokan Hilir, pulau ini berjarak sekitar 72,4 km.

Pulau seluas 250 ha ini merupakan pulau terluas yang berada di gugusan Kepulauan Arwah. Pulau Arwah sendiri merupakan sebuah gugusan yang terdiri dari sembilan pulau yang berada di Selat Malaka dan menjadi wilayah bagian dari Kabupaten Rokan Hilir. Kepulauan Arwah ini juga memiliki sebuah pulau yang menjadi salah satu dari 92 pulau terluar di Indonesia yang bernama Pulau Batu Mandi.

Pulau Jemur bersama delapan pulau lainnya membentuk sebuah lingkaran dimana bagian tengahnya merupakan wilayah perairan laut yang tenang. Wilayah perairan di sekitar kepulauan ini menyimpan banyak potensi kelautan terutama ikan. Setiap harinya terdapat ribuan nelayan baik dari Kabupaten Rokan Hilir sendiri maupun nelayan dari Sumatera Utara yang berlayar mencari ikan di wilayah perairan ini. Potensi ikan di wilayah perairan ini memang terbilang sangat banyak. Bahkan di tahun 1960-an, wilayah perairan di kawasan ini menyandang gelar sebagai wilayah penghasil ikan terbesar di kedua dunia setelah negara Norwegia.

Secara geografis, letak Pulau Jemur berada lebih dekat ke wilayah Sumatera Utara. Hal ini menyebabkan pulau yang tak berpenghuni ini sempat menjadi bahan persengketaan antara Provinsi Riau dan Sumatera Utara. Persengketaan ini tak lepas dari keberadaan Pulau Jemur yang memiliki wilayah perairan dengan kekayaan hasil laut berupa ikan yang melimpah.

Selain ikan, wilayah perairan di pulau ini juga menyimpan berbagai terumbu karang yang indah dan biota laut lainnya yang menyajikan pemandangan surga bawah laut yang bisa kamu saksikan saat kamu menyelam di bawah perairan pulau ini.

Pemandangan alam di atas pulau ini pun menyajikan panorama yang sangat indah. Dapat dipastikan kamu akan terbuai dengan panorama di sini. Suasana sunyi yang menaungi pulau ini pun akan membuatmu rileks apalagi ditambah dengan keberadaan pulau yang tidak terjangkau oleh sinyal berbagai telepon seluler menjadikan pulau ini tempat yang sangat cocok untuk mengasingkan diri dari keramaian kota dan semua kesibukan.

Terdapat hewan langka yang menjadi penghuni pulau ini, yaitu penyu hijau. Penyu hijau yang juga menjadi hewan yang dilindungi ini akan menampakkan diri pada musim-musim tertentu. Mereka akan muncul di permukaan dan merangkak ke pantai untuk bertelur. Seperti yang diketahui, penyu suka menyimpan telur-telur mereka di bawah pasir. Dalam sekali proses bertelur, seekor penyu mampu menelurkan 100 hingga 150 butir. Namun jangan dikira kamu bisa bebas melihat penyu hijau tersebut setiap saat. Mereka hanya akan muncul pada tengah malam hari. Bersiaplah berkemah di Pulau Jemur jika ingin melihat hewan langka ini.

Pulau Jemur memiliki keunikan karena pasir pantainya berwarna kuning emas. Pasir tersebut akan memantulkan kilau keemasan saat terkena sinar matahari. Ditemani dengan air lautnya yang sangat jernih dan bening, menjadikan Pulau Jemur mendapat julukan sebagai Jamrud di Selat Malaka.

Tak hanya menyimpan potensi kekayaan alam, Pulau Jemur juga memiliki beberapa obyek wisata sejarah yang masih bisa dinikmati saat kamu berkunjung di pulau ini. Obyek wisata sejarah di Pulau Jemur ini antara lain Goa Jepang, sisa-sisa bangunan pertahanan Jepang, Batu Panglima Layar dan mercusuar.

Namun sayangnya semua itu belum tersentuh oleh pengelolaan dari pemerintah setempat sehingga menjadikan Pulau Jemur belum banyak dikenal oleh masyarakat luas mengingat potensi wisata yang dimiliki oleh pulau ini sangat luar biasa. Apalagi sarana transportasi untuk menuju ke Kepulauan Arwah termasuk Pulau Jemur di dalamnya masih sangat minim. Hanya tersedia kapal-kapal nelayan yang disewakan untuk menuju ke Pulau Jemur. Penginapan pun tidak tersedia di kawasan kepulauan ini. Hanya ada rumah milik TNI-AL dan navigasi yang bertugas di Pulau Jemur. Namun rumah tersebut tidak disewakan. Jadi persiapkan seluruh bekal campingmu jika kamu ingin menikmati surga Pulau Jemur lebih lama.

Senin, 29 April 2013

Pantai Liang, Ambon

Ambon Manise! Kota dengan sejuta keindahan yang tersimpan di dalamnya. Keindahan kota ini akan selalu memanjakan sepanjang penglihatan terutama keindahan alamnya yang masih asri dan alami.

Coba tengok keindahan alam di Ambon yang satu ini. Pantai Hunimua. Pantai dengan sejuta pesona yang eksotis dan akan membuat siapa saja yang melihatnya akan jatuh hati. Namun Pantai Hunimua lebih dikenal dengan nama Pantai Liang karena pantai ini berada di Desa Liang, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku.

Pantai Liang menawarkan kemilau air laut yang jernih dan segar dengan gradasi yang menawan. Ditemani dengan pasir putih yang memanjang sejauh 65 km ke arah barat kota Ambon dan sejuknya pohon-pohon rindang di tepian pantai ini menjadikan Pantai Liang pernah dinobatkan menjadi pantai terindah di Indonesia pada tahun 1990 oleh badan PBB yang mengurusi pembangunan, yaitu UNDP.

Penobatan tersebut memang tidak salah mengingat Pantai Liang mampu menarik perhatian berbagai wisatawan baik lokal maupun mancanegara untuk tidak berkedip saat berada di pantai ini. Di bawah air lautnya yang jernih dan segar, menyelam adalah hal yang tidak boleh kamu lewatkan saat berada di Pantai Liang karena terdapat kehidupan berbagai biota laut terutama terumbu karang di perairan yang indah ini. Tak usah terlalu dalam untuk menyelam. Di kedalaman 2-3 meter pun kamu sudah bisa melihat keindahan surga laut Pantai Liang.

Berenang, memancing ataupun hanya sekedar bermain pasir di tepian pantai ini juga tak kalah mengasyikkan dan ditemani semilirnya angin akan membuatmu selalu betah berada di sini. Terdapat dermaga kecil tempat dimana kamu dapat meloncat menceburkan diri ke dalam perairan Pantai Liang. Tersedia penyewaan ban pelampung jika kamu memerlukannya untuk berenang. Jika hanya ingin sekedar duduk di dermaga ini juga sangat pas ketika sore hari sambil menikmati sunset yang indah. Pecinta fotografi pun bisa beraksi di Pantai Liang yang memiliki banyak angle untuk diabadikan.

Lelah bermain, tersedia gazebo di pinggir pantai yang berada di bawah rimbunnya pepohonan. Cocok sekali untuk bersantai sambil memandang ke laut lepas. Toilet dan penjual makanan minuman pun juga tersedia di sini. Berbagai penginapan pun juga mudah ditemukan di sekitar pantai ini.

Dengan berkendara sejauh 40 km dari kota Ambon, kamu sudah sampai di Pantai Liang. Sewa ojek atau naik angkutan umum untuk berombongan pun bisa menjadi alternatif pilihan kendaraan lainnya. Memasuki Pantai Liang, kamu diwajibkan membayar tiket sebesar Rp. 15.000 per orang. Pantai Liang akan sangat ramai dikunjungi pada saat hari libur. Selain hari libur, pantai ini akan terasa sangat tenang dan sunyi tanpa hiruk pikuk manusia.

Sabtu, 27 April 2013

Pantai Parangtritis, Yogyakarta

Di bagian selatan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta berbatasan langsung dengan Samudera Hindia. Hal tersebut menyebabkan provinsi ini memiliki obyek wisata berupa pantai yang bisa menarik banyak wisatawan. Salah satu wisata pantai yang terkenal di Yogyakarta adalah Pantai Parangtritis.

Pantai ini berjarak sekitar 29 km arah selatan dari kawasan Malioboro. Tepatnya berada di Desa Parangtritis, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Pantai Parangtritis dapat dicapai dengan mudah menggunakan kendaraan pribadi maupun angkutan umum. Jalan menuju ke arah pantai ini pun sudah beraspal dan datar.

Dikisahkan bahwa nama Parangtritis diberikan oleh seorang pelarian dari Kerajaan Majapahit yang bernama Dipokusumo. Dia bersemedi di kawasan ini. Saat bersemedi, dia melihat air tumaritis (menetes) di antara parang (batu karang). Dari hal tersebut kemudian tempat ini diberi nama Parangtritis.

Terdapat mitos ketika berkunjung ke Pantai Parangtritis dilarang untuk memakai pakaian berwarna hijau muda karena pantai ini diyakini oleh masyarakat sebagai wilayah kekuasaan Ratu Laut Selatan bernama Nyi Roro Kidul yang menyukai warna hijau muda.  Selain itu, Pantai Parangtritis juga merupakan perwujudan dari kesatuan trimurti bersama Gunung Merapi dan Keraton Yogyakarta. Dalam kisah lain disebutkan juga bahwa pantai ini merupakan tempat bertemunya Panembahan Senopati yang selesai bertapa dengan Sunan Kalijaga.

Pantai ini memang sarat dengan kisah mistis yang terus mengakar di kebudayaan Yogyakarta. Terbukti hingga sekarang masih banyak orang yang mengkeramatkan tempat ini sebagai tempat bermeditasi. Bahkan pantai ini selalu digunakan oleh Keraton Yogyakarta sebagai tempat melarung sesaji yang dikenal dengan nama labuhan.

Terlepas dari unsur mistis, Pantai Parangtritis menyimpan keeksotikan bagi para pengunjungnya. Di pantai ini merupakan spot yang indah untuk menyaksikan panorama cakrawala pada saat sunset. Panorama sunset di Pantai Parangtritis terbilang cukup eksotis dan romantis untuk disaksikan dengan ditemani suara deburan ombak dan semilir angin laut yang menerpamu apalagi jika kamu melihat sunset sambil menaiki andong kecil yang disebut bendi. Bendi ini akan membawamu berjalan-jalan menyusuri Pantai Parangtritis. Dengan Rp. 20.000, kamu sudah bisa menyusuri pantai bolak balik dengan bendi.

Kamu juga dapat menyewa motor ATV (all-terrain vehicle) di pantai ini. Biaya sewanya antara Rp. 50.000-100.000 per setengah jam. Terdapat pula para pedagang jagung bakar di area pinggiran pantai yang ikut meramaikan suasana sunset di Pantai Parangtritis. Mereka akan menemanimu hingga malam tiba.

Di pantai ini juga sering diadakan event paralayang maupun festival layang-layang baik skala nasional maupun internasional. Gumuk pasir yang menyerupai padang pasir di Afrika pun dapat kamu temukan di sekitaran pantai ini. Gumuk pasir ini pernah menjadi lokasi syuting video klip Agnes Monica dan Letto. Selain itu juga, banyak foto pre-wedding yang mengambil panorama gumuk pasir Pantai Parangtritis ini.

Untuk berenang di Pantai Parangtritis juga tidak diperbolehkan hingga ke tengah laut. Ada batasan area berenang yang tidak boleh kamu langgar karena akan membahayakan dirimu sendiri.

Tersedia toilet dengan air bersih yang dapat kamu gunakan untuk membilas diri selesai bermain di pantai. Jika ingin beristirahat, tersedia berbagai penginapan yang bertebaran di sekitar pantai dengan tarif mulai dari Rp. 40.000. Tak perlu khawatir kelaparan karena terdapat berbagai warung makan yang menyediakan makanan dan minuman di sekitar pantai.
Angkutan umum yang melayani jurusan hingga Pantai Parangtritis hanya tersedia hingga pukul 17:00 WIB. Jika ingin melihat keeksotikan sunset di Pantai Parangtritis sebaiknya menggunakan kendaraan pribadi ataupun kendaraan sewa. Tiket masuk ke Pantai Parangtritis sebesar Rp. 5.000 per orang.


Selasa, 23 April 2013

Pantai Akkarena, Makassar

Bukan hanya Losari, Pantai Akkarena pun merupakan obyek wisata yang wajib kamu sambangi saat berada di Kota Makassar. Pantai Akkarena berada di Jalan Metro Tanjung Bunga, Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia. Pantai cantik ini berada di seberang Mall GTC Makassar yang dapat ditempuh dengan berkendara dari pusat Kota Makassar selama kurang lebih 10 menit.

Pantai yang dikelola oleh pihak swasta ini buka mulai pukul 07:00-22:00 WITA. Namun pada hari libur, pantai ini buka mulai pukul 06:00-24:00 WITA. Untuk dapat masuk ke kawasan pantai ini kamu dikenakan tiket masuk sebesar Rp. 20.000 per orang untuk dewasa dan Rp. 10.000 per orang untuk anak-anak.

Pantai Akkarena memiliki pasir lembut berwarna hitam dengan kawasan menarik yang berada di pinggir pantainya dengan total luas kawasan pantainya sekitar 10 hektar.  Kontur pantainya pun landai dengan ombak yang tidak terlalu besar menjadkan pantai ini aman untuk berenang. Selain itu tersedia pula beberapa fasilitas olahraga air seperti banana boat dan jetski yang dapat kamu coba saat berada di obyek wisata ini.

Beroperasi sejak tahun 1998, Pantai Akkarena memiliki Taman Hidangan di pinggir pantainya. Taman Hidangan di obyek wisata ini mempunyai gaya bangunan Mediterania dengan luas sekitar 450 m². Di Taman Hidangan terdapat bangku-bangku yang berjejer dimana kamu bisa menikmati berbagai kuliner khas Makassar sambil menikmati pemandangan laut yang indah.

Banyak wisatawan yang berkunjung ke Pantai Akkarena hanya untuk menikmati pemandangan cakrawala pantai ini pada saat matahari tenggelam. Katanya pemandangan sunset di Pantai Akkarena ini sangat romantis apalagi ditambah dengan adanya anjungan menyerupai dermaga kecil yang menjorok ke laut.

Dermaga kecil ini memiliki panjang 150 meter dan lebar 5 meter dimana terdapat bangku dan lampu yang menghiasi tepiannya. Kamu bisa duduk santai di bangku ini sambil memandang ke laut lepas yang memantulkan kemilau cahaya sunset. Seiring dengan kembalinya sanga surya ke peraduannya, lampu-lampu di tepian dermaga kecil ini akan menyala. Kamu bisa menghabiskan waktumu untuk dinner di tempat ini ditemani oleh suara deburan ombak dan angin laut yang semilir menerpa serta live music yang disuguhkan dari pinggir pantai. Hmm, so romantic!

Fasilitas lain yang dapat kamu temui di Pantai Akkarena antara lain tempat parkir yang luas, restoran, taman bermain anak-anak, toilet, menara air dan lapangan voli pantai. Berbagai tempat penginapan pun dapat anda temukan dengan mudah di sekitar Pantai Akkarena.

Tanjung Bunga yang merupakan tempat dimana Pantai Akkarena berada juga merupakan kawasan wisata yang ramai dikunjungi. Selain Pantai Akkarena, di kawasan Tanjung Bunga juga berdiri obyek wisata lain yang tak kalah menariknya yaitu Trans Studio Makassar. Berada di dekat taman hiburan indoor tersebesar di Indonesia ini, terdapat pula spot yang cocok bagi kamu para shoppaholic, yaitu Trans Studio Mall Makassar. So, jangan lupa sempatkan dirimu untuk menikmati romantisnya Pantai Akkarena saat berada di Kota Daeng ini.









Jumat, 19 April 2013

Desa Tablanusu, Papua

Lokasi: Kecamatan Depapre, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, Indonesia.

Tablanusu merupakan sebuah desa nelayan yang telah dijadikan sebagai salah satu desa wisata di Papua. Desa ini memiliki keindahan dan keunikan yang dapat dinikmati saat berkunjung. Siapa saja yang berkunjung ke obyek wisata yang ini pasti akan dibuat berdecak kagum.

Tablanusu mempunyai arti tempat matahari terbenam. Pemberian nama ini berkaitan erat dengan sejarah keberadaan desa wisata ini. Menurut cerita, dahulu nenek moyang desa ini berpindah tempat sebanyak dua kali. Awalnya nenek moyang desa ini menghuni dua pulau di teluk yang berada tak jauh dari tempat tinggal yang kedua. Suatu waktu terjadi tsunami yang menyapu wilayah mereka dan menyebabkan mereka berpindah tempat ke wilayah yang lebih aman. Saat berpindah tempat itulah mereka membentuk suatu perkampungan baru yang disebut dengan nama Kampung Tua. Di Kampung Tua tersebut mereka bekerja sebagai peladang yang memiliki pisang dan umbi-umbian sebagai komoditas tanaman utama. Seiring berjalannya waktu, penduduk kampung ini semakin bertambah yang menyebabkan berkurangnya lahan untuk berladang. Dikarenakan oleh hal tersebut, merekapun memutuskan untuk berpindah tempat lagi. Akhirnya mereka menemukan lokasi yang cocok dan memberi nama lokasi tersebut dengan nama Tablanusu. Saat menghuni Tablanusu ini, mereka sudah tidak lagi bekerja sebagai peladang melainkan berganti menjadi nelayan.

Desa wisata ini memiliki keunikan yang lain daripada yang lain karena seluruh wilayah desa ini tertutup oleh kerikil hitam yang mengkilap. Konon kerikil-kerikil hitam tersebut sudah ada sejak nenek moyang Tablanusu memutuskan untuk berpindah tempat ke sini. Hamparan kerikil hitam tersebut jika diinjak akan menimbulkan suara seperti isak tangis. Hal tersebut membuat desa ini mendapat sebutan sebagai Desa Batu Menangis. Jika berkunjung ke desa Tablanusu, cobalah untuk melepas alas kaki dan berjalan di atas hamparan kerikil untuk merasakan sentuhan pijat refleksi alam.

Ruang lingkup wisata di desa ini terbagi terbagi ke dalam beberapa wisata :
a. Wisata Alam
Terdapat hutan desa dimana dapat menemukan berbagai jenis tanaman dan mendengarkan merdunya kicauan aneka burung. Ada pula Danau Dukumbo yang masih sangat alami dimana terdapat berbagai jenis ikan seperti ikan bandeng (chanos chanos), ikan mujair (oreochromis mossambicus), dan ikan mas (cyprinus carpio). Tak jauh dari desa ini terdapat dua pulau yang banyak ditumbuhi oleh bunga anggrek. Saat senja tiba, berbagai jenis burung terbang menuju kedua pulau tersebut untuk singgah. Pemandangan sunset pun semakin menawan dengan siluet berbagai burung tersebut yang hinggap berjejer di ranting pepohonan.

Untuk wilayah perairannya, Desa Tablanusu memiliki panorama pantai yang indah ditemani oleh air laut yang bening dan tenang sehingga aman untuk berenang. Menyelam juga merupakan kegiatan yang mengasyikkan saat berada di pantai Desa Tablanusu yang mempunyai beragam keindahan biota laut terutama terumbu karang yang masih terjaga kelestariannya ditambah dengan ikan berwarna warni yang hilir mudik menambah indahnya pemandangan alam bawah lautnya. Jika ingin berburu ikan di wilayah perairan ini, kamu dapat memancing atau menggunakan cara tradisional yaitu dengan tombak atau panah air. Untuk berburu ikan secara tradisional, dapat dilakukan bersama dengan nelayan Desa Tablanusu yang pergi berburu ikan pada malam hari. 

b. Wisata Budaya
Di Desa Tablanusu terdapat sepuluh suku yang terbagi secara adat : Suku Sumile, Danya, Suwae, Apaserai, Serantow, Wambena, Semisu, Selli, Yufuwai, dan Yakurimlen. Ketika berkunjung ke desa wisata ini maka masyarakat Desa Tablanusu akan memberikan sambutan yang hangat dan bersahabat. Membaur dan mengakrabkan diri dengan masyarakat Desa Tablanusu sangatlah mudah, hanya dengan sebuah pinang karena masyarakat di desa wisata ini juga senang mengkonsumsi pinang selayaknya masyarakat Papua pada umumnya. 

Masyarakat Desa Tablanusu juga mengadakan acara ritual ruwatan yang diadakan setahun atau dua tahun sekali untuk meruwat lokasi perairan yang mempunyai banyak terumbu karangnya. Acara ritual ini dilakukan untuk melestarikan laut agar selalu mendapatkan berkah dari laut dan masyarakat desa ini biasanya menggelar dua acara ritual : ritual Sasi dan ritual Tiyatiki. Ritual Sasi dilakukan dengan cara menancapkan dahan pohon kayu besi di tempat-tempat yang terdapat banyak ikan, terutama di tempat yang mempunyai banyak terumbu karang. Untuk ritual Tiyatiki sendiri merupakan acara ritual yang melarang untuk  menangkap ikan selama beberapa hari dalam waktu yang telah ditentukan.

c. Wisata Sejarah
Banyak sisa-sisa peninggalan sejarah yang terdapat di desa seluas 230,5 hektar ini. Tanki-tanki minyak, landasasan meriam dan dermaga bekas pendaratan tentara sekutu merupakan peninggalan tentara sekutu pada masa Perang Dunia II yang dapat ditemui saat berwisata ke desa ini. Obyek wisata sejarah lainnya yang dapat ditemukan di Tablanusu antara lain sebuah makam yang berada di dekat gereja yang diyakini oleh masyarakat sekitar sebagai makam salah satu tokoh masyarakat dan merupakan seorang pendiri gereja. Ada juga sebuah monumen salib yang merupakan lambang untuk mengenang sejarah masuknya agama Kristen ke Tablanusu pada sekitar tahun 1900.

Di desa wisata ini juga telah tersedia beberapa fasilitas wisata seperti pemandu wisata, gereja, persewaan perahu, pasar ikan dan berbagai warung yang menyediakan beraneka makanan, minuman dan souvenir khas masyarakat Desa Tablanusu. Tidak ada penginapan di Desa Tablanusu, namun jika ingin menginap di desa wisata ini dapat menyewa rumah-rumah penduduk sambil membaur dengan kehidupan asli mereka yang akan membuat kunjungan wisata di desa ini menjadi lebih berkesan. Atau dapat pula mendirikan tenda untuk berkemah, menginap di alam Desa Tablanusu yang bisa dilakukan di beberapa lokasi seperti di tepi sungai maupun di tepi danau.

Jika berencana berwisata ke Desa Tablanusu ini, dapat memulainya dari Kota Jayapura menggunakan bus yang menuju Kota Sentani yang berjarak sekitar 33 km. Setiba di Kota Sentani dilanjutkan dengan menggunakan bus atau menyewa mobil menuju Dermaga Depapre yang memakan waktu sekitar 2 jam. Kemudian dari Dermaga Depapre dilanjutkan menuju Dermaga Tablanusu yang memakan waktu sekitar 20 menit dengan menggunakan perahu bermesin. Selama perjalanan menyusuri perairan menuju Dermaga Tablanusu yang merupakan satu-satunga pintu masuk ke desa wisata Tablanusu ini akan disuguhi pemandangan alam yang masih sangat alami, asri dan eksotik yang akan membuatmu terkesima. Selain itu, air yang jernih dan bersih serta barisan perbukitan dan pegunungan dengan udara yang bersih dan sejuk siap menemanimu sepanjang perjalanan ini. Sesampainya di Dermaga Tablanusu, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan menuju Desa Tablanusu dan bersiaplah melihat keramahan, keindahan dan keunikan desa wisata yang berada di timur Indonesia ini.



Tanah Lot, Bali


Begitu banyak obyek wisata yang dapat ditemui di Pulau Dewata sebagaimana Bali merupakan pulau destinasi wisata yang banyak dikunjungi oleh orang-orang Indonesia sendiri bahkan dari berbagai penjuru dunia. Pulau Bali yang mempunyai Pantai Kuta sebagai iconnya, juga memiliki obyek wisata bernama Tanah Lot yang juga menjadi salah satu tujuan wisata favorit.

Tanah Lot terletak di Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali. Berjarak sekitar 13 km ke arah barat dari kota Tabanan. Lokasi obyek wisata ini dapat ditempuh sekitar 1 jam perjalanan menggunakan kendaraan bermotor dari Bandara Ngurah Rai atau sekitar 45 menit dari kawasan Kuta.

Pemandangan utama di Tanah Lot berupa dua pura di tengah pantai yang dibangun di dua tempat yang berbeda. Satu pura berada di atas bongkahan batu besar yang apabila air laut pasang maka akan terlihat seperti dikelilingi oleh air. Pura kedua berada di sebelah utara pura pertama dan berada di atas tebing yang menjorok ke arah laut, mirip dengan Pura Uluwatu. Kedua pura ini merupakan bagian dari Pura Dang Kahyangan dan digunakan sebagai tempat pemujaan bagi para dewa laut.

Ada legenda tersendiri mengenai Pura Tanah Lot ini. Konon Pura Tanah Lot ini didirikan oleh seorang Brahmana yang berasal dari Jawa yaitu Danghyang Nirartha yang menganut ajaran Hindu. Pada waktu itu dia berhasil meyakinkan masyarakat setempat tentang ajaran agama Hindu dan Sad Kahyangan. Namun tindakan tersebut membuat Bendesa Beraban merasa tersaingi karena banyak pengikutnya yang meninggalkannya dan menjadi pengikut Danghyang Nirarta. Kemudian Bendesa Beraban menyuruh Danghyang Nirartha untuk pergi meninggalkan Tanah Lot. Danghyang Nirartha  menyanggupi hal tersebut namun terlebih dahulu dia memindahkan bongkahan batu ke tengah pantai dan membangun pura di atas bongkahan batu tersebut sebelum meninggalkan Tanah Lot. Selain itu, dia juga mengubah selendangnya menjadi ular sebagai penjaga pura. Ular tersebut masih ada di Pura Tanah Lot sampai sekarang. Ular penjaga ini termasuk jenis ular laut yang mempunyai ekor pipih seperti ikan, berwarna hitam dengan garis kuning. Setelah Danghyang Nirartha melakukan hal tersebut, Bendesa Beraban merasa kagum dan kemudian menjadi pengikut Danghyang Nirartha.

Selain dapat melihat pura tersebut, obyek wisata ini juga menawarkan keindahan alam  berupa pemandangan matahari tenggelam (sunset) yang eksotik. Hal tersebut dapat anda abadikan dalam kamera saat berkunjung ke tempat ini. Lokasi obyek wisata ini pun sering dijadikan sebagai tempat pemotretan pre-wedding di Bali.

Untuk fasilitas, tersedia toilet umum yang dapat digunakan oleh para pengunjung Tanah Lot. Di sekitar lokasi obyek wisata ini juga terdapat banyak penginapan mulai dari villa hingga hotel berbintang yang dapat ditemukan di sepanjang jalan menuju Tanah Lot. Jika berkunjung ke tempat ini, mulai dari tempat parkir hingga ke menuju ke lokasi Pura Tanah Lot akan banyak dijumpai berbagai toko yang menjual bermacam kerajinan seperti kain pantai, pernak pernik, aksesoris, patung, makanan dan minuman.
















Minggu, 14 April 2013

Pulau Labengki Kecil, Sulawesi Tenggara


Lokasi : Kecamatan Lasolo, Kabupaten Konawe Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara, Indonesia.

Walaupun namanya asing di telinga namun Pulau Labengki Kecil menyimpan keindahan alam yang memukau. Kondisi alamnya pun masih sangat alami dan perawan karena pulau ini belum banyak tersentuh oleh tangan-tangan jahil. Pulaunya masih sangat asri dengan pepohonan hijau yang banyak tumbuh menjadikan pulau ini terkesan sejuk. Pulau Labengki Kecil bersebelahan dengan Pulau Labengki Besar.

Penduduk Pulau Labengki Kecil ini dihuni oleh mayoritas suku Bajo yang bermata pencaharian sebagai nelayan. Mereka banyak yang mendirikan tempat tinggal di pinggir pantai pulau ini. Bahkan ada juga yang mendirikan tempat tinggal di atas lautnya. 

Walaupun merupakan pulau yang berpenghuni namun Pulau Labengki Kecil tidak memiliki sumber air bersih. Sumber air bersih biasanya diambil oleh penduduk dari Pulau Labengki Besar yang justru tak berpenghuni. Untuk mengambil air bersih di Pulau Labengki Besar, mereka pergi menggunakan perahu katinting yang memakan waktu selama 30 menit.

Walau terdapat kekurangan di pulau ini, namun Pulau Labengki Kecil memiliki wilayah perairan yang menakjubkan. Air lautnya sangat jernih, berwarna biru kehijuan dan terdapat terumbu karang yang indah. Sangat cocok untuk dijadikan tempat menyelam. Di tepi pantainya pun terhampar pasir putih yang halus dengan pepohonan besar. Namun sayangnya belum ada pihak yang mengelola potensi Pulau Labengki Kecil ini.

Jika ada yang merencanakan untuk pergi ke pulau ini, kamu dapat menumpang perahu nelayan atau perahu yang membawa jualan bahan makanan yang menuju ke Pulau Labengki Kecil dari dermaga yang banyak terdapat di desa-desa seberang Pulau Labengki Kecil seperti Desa Lasolo, Desa Tapunggaya, Desa Molawe ataupun dari Desa Lemo Bajo. Namun perlu diperhatikan bahwa di Pulau Labengki Kecil sama sekali belum terdapat fasilitas wisata sehingga jika ingin bermalam di pulau ini kamu bisa mendirikan tenda di tepi pantainya atau bermalam di rumah penduduk pulau ini.

Sabtu, 13 April 2013

Pantai Pangandaran, Primadona di Jawa Barat


Lokasi : Desa Pananjung, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat, Indonesia
Tiket masuk : mulai dari Rp. 3.000

Pantai Pangandaran merupakan salah satu obyek wisata yang terkenal di Jawa Barat. Pantai cantik ini berjarak sekitar 92 km ke arah selatan dari kota Ciamis. Pantai ini memiliki keindahan alam yang dapat dinikmati tanpa rasa bosan dan selalu ramai dikunjungi terutama pada saat hari libur.

Pantai berpasir putih ini mempunyai kontur yang landai dan ombak yang kecil sehingga aman untuk berenang, selain itu juga terdapat tim SAR yang selalu siaga di kawasan pantai ini. Perairan di pantai ini juga jernih dan tedapat bermacam biota laut indah di dalamnya. Snorkeling atau diving merupakan kegiatan yang pas untuk menikmati keindahan biota laut yang terdiri dari berbagai macam terumbu karang, berbagai jenis ikan, tumbuhan laut dan lain sebagainya tersebut. Kegiatan lain yang dapat kamu lakukan saat berada di pantai ini antara lain: memancing, naik perahu, keliling pantai dengan sepeda, parasailing dan jet ski.

Di Pantai Pangandaran ini juga menjadi tempat acara bertaraf internasional, Pangandaran International Kite Festival atau Festival Layang-layang Internasional yang selalu diadakan setiap tahunnya pada bulan Juni atau Juli. Selain itu, di pantai ini juga diadakan acara ritual tahunan, Hajat Laut. Hajat Laut merupakan acara ritual tradisional sebagai wujud rasa terima kasih terhadap Tuhan yang dilakukan oleh nelayan di Pangandaran. Acara ini ditandai dengan melarung sesaji ke tengah laut dan biasanya diadakan setiap bulan Muharram.

Sarana dan prasarana di Pantai Pangandaran juga sudah cukup memadai dengan adanya kemudahan akses menuju pantainya, jalan yang sudah beraspal, lapangan parkir yang luas, berbagai pilihan penginapan, pusat informasi wisata, bumi perkemahan dan money changer. Untuk tarif tiket masuknya, pengunjung dikenakan biaya yang berbeda sesuai dengan kendaraan yang digunakan:
- Pejalan kaki satu orang : Rp. 3.000
- Sepeda motor : Rp. 7.000
- Kendaraan jenis jeep/sedan : Rp. 28.000
- Kendaraan jenis carry : Rp. 35.000
- Kendaraan penumpang besar : Rp. 40.700
- Bus kecil : Rp. 80.000
- Bus sedang : Rp. 104.000
- Bus besar : Rp. 169.000



Kamis, 11 April 2013

Pantai Parai Tenggiri, Bangka


Lokasi : Desa Matras, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung, Indonesia
Tiket masuk : Rp. 50.000/orang

Pantai Parai Tenggiri merupakan pantai terkenal, tercantik dan terbersih di Bangka. Dahulu pantai ini bernama Pantai Hakok. Pantai ini sudah dikelola secara baik dengan beberapa fasilitas bertaraf internasional seperti resort yang menyediakan fasilitas restoran, cafe, kolam renang, outbond dan sport.

Pantai berpasir putih ini mempunyai perairan yang biru jernih dan jernih dengan tebaran bebatuan besar dihiasi pohon-pohon kelapa di tepian pantainya. Hal tersebut menjadikan daya tarik tersendiri Pantai Parai Tenggiri. Harga tiket masuk ke pantai ini memang tergolong mahal namun hal tersebut akan terbayarkan dengan pesona keindahan alam Pantai Parai Tenggiri yang eksotik.

Terdapat gugusan bebatuan yang tertata dengan rapi di pantai ini yang dikenal dengan nama Rock Island. Pada malam hari, Pantai Parai Tenggiri menghadirkan suasana romantis yang dapat kamu nikmati dengan menyusuri jembatan yang berhiaskan lampu di kanan kirinya untuk menuju ke arah Rock Island sambil melihat deburan ombak yang menerpa bebatuan di Rock Island.

Di pagi hari, keindahan cakrawala Pantai Parai Tenggiri saat sunrise juga merupakan moment yang tak boleh terlewatkan. Kamu dapat mengabadikan keindahan moment tersebut dalam jepretan kameramu. Kegiatan menarik lainnya yang bisa kamu lakukan di pantai ini antara lain berenang, parasailing, banana boat dan jet ski. Tidak ada angkutan umum yang melayani tujuan ke Pantai Parai Tenggiri ini. Kamu dapat menyewa mobil dengan tarif mulai dari Rp. 250.000 tanpa sopir. Dari Bandara Depati Amir dapat ditempuh selama 45 menit.

Pantai Teluk Uber, Bangka


Lokasi : Desa Rambak, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung, Indonesia.

Pantai Teluk bersebelahan dengan Pantai Tanjung Pesona. Pantai berpasir putih ini sangat cocok bagi kamu yang ingin menyingkir sejenak dari keramaian kota. Keadaan alamnya yang tenang, bebatuan yang bertebaran dan pepohonan liar yang tumbuh di sekitar pantai seluas 25 hektar ini dapat menghanyutkanmu dalam suasana yang tenang dan nyaman.

Ombak di pantai ini pun tidak besar sehingga memungkin kamu untuk berenang atau hanya sekedar bermain pasir dan bersantai sambil melihat aktivitas para nelayan di tengah laut. Pemandangan lain yang bisa kamu temukan keindahannya di sini adalah saat matahari terbit di Pantai Teluk Uber. Keeksotikan pemandangan Pantai Teluk Uber saat matahari terbit akan memberimu kesan yang luar biasa.

Pantai Tanjung Pesona, Bangka


Lokasi : Desa Rambak, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung, Indonesia.
Tiket masuk : Rp. 25.000/orang

Pantai Tanjung Pesona merupakan salah satu tujuan wisata favorit di Kabupaten Bangka. Pantai ini diapit oleh Pantai Tikus dan Pantai Teluk Uber yang juga tak kalah indah. Keindahan alam yang eksotik merupakan sajian utama saat berada di Pantai Tanjung Pesona. Lautnya yang tenang, perairan yang masih jernih, pepohonan besar yang sejuk dan tebaran bebatuan besar di Pantai Tanjung Pesona semakin membuat pantai ini layak untuk masuk ke dalam daftar wisatamu. 

Berenang, memancing dan berolahraga air merupakan kegiatan yang bisa kamu lakukan di pantai ini. Untuk olahraga air, sudah tersedia fasilitas yang cukup lengkap seperti kano, banana boat dan jet ski. Fasilitas penunjang lainnya pun juga sudah cukup lengkap seperti hotel berbintang empat, penginapan, rumah makan, resort, spa, gedung pertemuan hingga arena billyard.

Tertarik berkunjung ke Pantai Tanjung Pesona? Kamu bisa datang ke kota Sungailiat yang ada di Kabupaten Bangka. Pantai Tanjung Pesona berjarak sekitar 9 km dari kota Sungailiat. Dari kota sungailiat kamu bisa menyewa mobil dengan tarif mulai dari Rp 250.000 tanpa sopir. Atau bisa juga menggunakan jasa paket tour yang melayani wisata tujuan Pantai Tanjung Pesona. Saat ini sudah banyak paket tour ke pantai ini yang ditawarkan secara online. 

Kuliner

Artikel berikutnya »

Seni dan Budaya

Artikel berikutnya »

Tips Wisata

Artikel berikutnya »
 
Copyright © www.halowisata.com
Bantul, Yogyakarta, Indonesia
DMCA.com