Papua sebagai provinsi paling timur di Indonesia memiliki berbagai potensi alam yang sangat menarik sebagai obyek wisata. Apalagi keadaan alamnya masih banyak yang belum tersentuh oleh tangan-tangan jahil. Obyek wisata alam yang masih asri bisa ditemui di Jayapura. Walaupun merupakan ibukota provinsi, namun Jayapura juga memiliki keindahan alam yang mempesona. Salah satu keindahan alam tersebut bernama Danau Sentani.
Danau seluas 9.360 hektar ini menjadikan Danau Sentani sebagai danau terbesar di Papua. Danau Sentani terletak di bawah lereng Pegunungan Cagar Alam Cycloops yang terbentang di antara Kota Jayaputa dan Kabupaten Jayapura di atas ketinggian sekitar 75 meter di atas permukaan laut (mdpl). Kata Sentani merupakan sebuah kata yang diucapkan oleh seorang pendeta Kristen bernama BL Bin saat melakukan misionaris di kawasan danau ini pada tahun 1898. Sentani mempunyai arti di sini kami tinggal dengan damai.
Danau Sentani menjadi obyek wisata kebanggaan masyarakat Papua. Terdapat 22 pulau kecil yang berada di kawasan danau ini. Dari keseluruhan pulau tersebut, terdapat 24 desa yang dihuni oleh penduduk setempat. Penduduk yang menghuni kawasan danau ini terkenal ramah dan hasil kerajinan tangan yang mereka buat merupakan kerajinan terbaik di Papua. Bahkan setiap tahunnya di danau ini diadakan Festival Danau Sentani yang berlangsung pada pertengahan bulan Juni. Acara festival ini menampilkan berbagai tarian di atas perahu, tari perang khas Papua, upacara adat, pameran kerajinan hingga kuliner khas Papua.
Pemandangan alam di sekeliling danau pun terlihat sangat mempesona bagi siapa saja yang datang ke sini. Untuk menikmati pemandangan dan berinteraksi dengan penduduk di Danau Sentani ini, kamu bisa menyewa perahu untuk berkeliling danau. Mendatangi desa-desa di sekitar danau juga merupakan hal yang seru untuk dilakukan karena dari setiap desa tersebut memiliki adat yang berbeda tetapi berasal dari beberapa budaya yang sama. Hal tersebut bisa dilihat dari upacara ritual mereka yang disebut dengan Isolo. Isolo merupakan upacara adat yang bertujuan untuk menyatukan perbedaan budaya dari 24 desa yang berada di sekitar Danau Sentani. Upacara adat ini bisa kamu saksikan pada saat perayaan Festival Danau Sentani.
Kamu juga bisa mendatangi Pulau Asei yang merupakan salah satu rumah seniman yang berada di kawasan Danau Sentani. Kain kulit merupakan kerajinan yang terkenal dari pulau ini. Di Desa Doyo Lama merupakan tempat yang cocok untuk menemukan seni lukisan batu. Sedangkan di Desa Taturi terdapat lukisan batu yang menarik untuk dikunjungi. Di sekitar danau ini pun tersebar sisa-sisa peninggalan Perang Dunia II. Ada pula sebuah monumen di salah satu bukit di kawasan danau yang bernama Gunung Ifar. Monumen ini dibangun untuk memperingati komando militer Amerika yang bernama Jenderal McArthur. Dari tempat ini kamu bisa melihat pemandangan Danau Sentani yang menakjubkan.
Lokasi Danau Sentani yang berada tak jauh dari ibukota provinsi menjadikannya mudah dijangkau oleh siapa saja. Jika kamu merencanakan mengunjungi Danau Sentani terutama pada saat berlangsungnya acara Festival Danau Sentani, kamu bisa melakukan penerbangan dengan tujuan Bandara Sentani, Jayapura. Dari Bandara Sentani kamu bisa melanjutkan perjalanan menuju Danau Sentani dengan menggunakan ojeg, taksi maupun menyewa kendaraan. Jarak yang ditempuh hanya sekitar 15 menit. Terdapat beberapa penginapan di sekitar Danau Sentani, namun jika menginginkan pilihan yang lengkap bisa menuju ke Kota Jayapura.









