Search Hotels

Check-in Date

calendar

Check-out Date

calendar

Selasa, 16 April 2013

Monumen Serangan Umum 1 Maret, Yogyakarta

Yogyakarta yang dahulu pernah menjadi ibukota negara Republik Indonesia menyimpan banyak bukti sejarah yang dapat kamu kunjungi. Salah satunya adalah Monumen Serangan Umum 1 Maret yang berlokasi di sebelah selatan Benteng Vredeburg, berada persis di depan Kantor Pos Besar Yogyakarta yang berada di kawasan titik nol kilometer Yogyakarta atau sederet dengan kawasan Malioboro, tepatnya berada di bagian paling ujung selatan di sebelah timur jalan. Bangunan ini merupakan saksi bisu sejarah perjuangan yang pernah terjadi di Yogyakarta.  

Monumen ini diresmikan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX pada tahun 1973. Pemberian nama Monumen Serangan Umum 1 Maret dimaksudkan untuk mengenang peristiwa serangan umum yang pernah terjadi di Yogyakarta, khususnya tempat ini pada tanggal 1 Maret 1949 antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dengan Belanda.

Pada waktu itu Belanda yang menahan para pemimpin Indonesia menyebarkan kabar bahwa Republik Indonesia beserta Tentara Nasional Indonesia (TNI) telah runtuh. Hal tersebut menyulut semangat para pahlawan untuk bangkit dan berjuang membuktikan kepada dunia luar bahwa Indonesia masih memiliki kekuatan untuk melawan Belanda. Penyerangan oleh tentara TNI pada waktu itu dipimpin oleh Letnan Kolonel suharto, Komandan Brigade 10 daerah Wehrkreise III yang telah mendapatkan persetujuan dari Sri Sultan Hamengku Buwono IX yang menjabat sebagai Kepala Daerah Istimewa Yogyakarta pada saat itu.

Penyerangan tersebut dimulai dengan aksai sabotase seperti memutus jaringan telepon, merusak rel kereta api dam menyerang konvoi Belanda. Belanda akhirnya mendirikan pos-pos yang tersebar di sepanjang jalan-jalan besar yang menghubungkan kota-kota yang telah berhasil diduduki. Namun akhirnya pos-pos tersebut diserang oleh pasukan tentara TNI. Puncak penyerangan tersebut terjadi pada tanggal 1 Maret 1949 pukul 06:00 WIB. Tentara TNI berhasil menduduki Kota Yoyakarta selama 6 jam. Penyerangan tersebut berdampak pada dunia luar yang menyadari bahwa Republik Indonesia belum runtuh. Hal tersebut tidak lepas dari keberadaan Kota Yogyakarta yang pada waktu itu menjadi ibukota negara Republik Indonesia.

Monumen ini telah menjadi salah satu cagar budaya provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Selain itu, monumen ini juga merupakan tempat wisata sejarah bagi siapa saja yang berkunjung ke sini dan sering dijadikan sebagai tempat untuk menggelar acara-acara tertentu terutama acara hari besar nasional seperti Hari Kemerdekaan ataupun Hari Pahlawan.

Saat ini di sekitar kawasan Monumen Serangan Umum 1 Maret telah ramai dengan adanya berbagai komunitas maupun pecinta seni yang sering menggelar berbagai acara di sekitar tempat ini. Suasana sekitar monumen akan terasa hidup ketika malam hari tiba. Monumen ini akan berhiaskan lampu yang menyorotinya dengan taman-taman di sekeliling dan lampu-lampu kota yang turut mempercantik. Jika berada di monumen ini pada siang hari, kamu bisa berjalan ke arah timur dengan menyusuri trotoar maka kamu bisa sekaligus mengunjungi Taman Pintar Yogyakarta.

Comments
0 Comments

0 comments:

Posting Komentar

Kuliner

Artikel berikutnya »

Seni dan Budaya

Artikel berikutnya »

Tips Wisata

Artikel berikutnya »
 
Copyright © www.halowisata.com
Bantul, Yogyakarta, Indonesia
DMCA.com